Tuturut Munding
Saya pernah membaca mengenai seorang peneliti satwa. Dimana si peneliti ini memasukan empat ekor simpanse. Sang peneliti beranggapan bahwa simpanse merupakan salah satu hewan yang cerdas dan ingin diteliti mengenai tingkat kecerdasannya dalam kelompok.
Kemudian empat ekor simpanse tersebut dimasukkan kedalam sebuah kerangkeng, dan si peneliti tersebut meletakkan satu sikat pisang di pojok atas kerangkeng dan akan dapat dijangkau oleh para simpanse tersebut.
Melihat ada pisang berada diatas kerangkeng, otomatis naluri simpanse ingin mengambil pisang tersebut.
Nah ketika para simpanse itu mendekati pisang, maka si peneliti itu memukulkan kayu ke lengan para simpanse.
Para simpanse terdiam dulu, lalu mereka mencoba lagi, tetapi ketika akan mengambil, maka si peneliti tersebut memukulkan kayunya lagi.
Maka setiap mau mengambil pisang, si peneliti memukulkan kayunya ke lengan simpanse.
Nah dari kejadian ini, para simpanse mengambil kesimpulan, bahwa kalau mengambil pisang, maka akan terkena pukulan ditanganya, sehingga pisang itu hanya didiamkan saja.
Melihat para simpanse diam tak mau mendekati pisang, maka si peneliti ini mengeluarkan seekor simpanse, dan diganti dengan simpanse yang baru.
Simpanse yang baru ini, melihat pisang tergantung dipojok atas, tentu saja dengan spontan dia mau mengambilnya. Tapi serentak 3 ekor simpanse teriak-teriak mengingatkan si simpanse baru ini agar jangan mengambil pisang tersebut.
“Kemarin aku mau mengambil pisang itu, lihat tanganku bengkak seperti ini!” sahut si simpanse.
“Betul, tanganku bengkak juga!” sahut si simpanse satunya lagi.
“ Pokoknya kalau kamu mendekati pisang itu, maka tangan kamu akan dipukul oleh orang itu!” kata si simpanse menguatkan cerita temannya.
Akhirnya si simpanse baru ini mengurungkan niatnya untuk mengambil pisang tersebut.
Besoknya si peneliti mengeluarkan simpanse yang lainnya lagi dengan simpanse yang baru.
Dan sama dengan simpanse yang baru masuk kemarin, dia langsung mau mengambil pisang tersebut, tetapi lagi-lagi dilarang oleh simpanse yang lama. Dan malahan kera yang belum pernah dipukul juga mengingatkan, bahwa kalau mengambil pisang maka tangannya akan dipukul.
Kemudian besoknya simpanse yang paling lama tinggal di kerangkeng dikeluarkan juga dan diganti dengan simpanse yang baru.
Lagi-lagi simpanse yang baru ini, mau mengambil pisang, tapi lagi-lagi simpanse yang lainnya mengingatkan juga supaya tidak mengambil pisang dengan alasan akan kena pukulan.
Akhirnya setiap ada pergantian simpanse di dalam kerangkeng, maka si simpanse selalu mengingatkan agar jangan mengambilnya, walaupun para simpanse dalam kerangkeng yang sekarang belum pernah dipukul.. Dan pisang pun tetap utuh tidak dimakan oleh para simpanse.
Nah dari cerita ini, kita juga sering dihadapkan oleh sesuatu yang kadang-kadang kita tidak tahu alasannya, tapi sering kita ikuti.
Budaya, pergaulan, mode, trend dan lain-lain yang kita ikut, dengan tanpa tahu maksudnya, merupakan salah satu cerminan kita seperti para simpanse tersebut.
Mari kita kaji apa yang sekarang diperbuat dengan banyak membaca literature, diskusi dengan para ahlinya, sehingga kita tidak masuk kategori orang yang “TUTURUT MUNDING”